Tampilkan postingan dengan label Ceracau Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceracau Hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Untukmu, Bung!


Jadi wanita itu harus tegar.
Nggak boleh cengeng n gak boleh lembek.
Orang bisa seenaknya manfaatin keluguan n kepolosan kita.
Kita bukan tong sampah, bung. Yang bisa kamu pakai sesuka hatimu.
Kami punya hati. Dan bukan untuk disakiti.
Kami memang lemah tapi kami tidak bodoh.
Apa semua jenismu sebegitu menjijikkan?
Menyakiti dan mempermainkan?
Jika tak bisa kami hormati.
Tanpa sungkan kami jadikan alas kaki.
Sebagaimana sampah yang kau lempar depan muka kami.
Busuk.

Bayty, 22:58 WIB
08 Nopember 2011 M
12 Dzul Hijjah 1432 H

Rabu, 28 Desember 2011

Di Dua Puluh Tiga


Kado terindah dari Sang Pencipta. Kado terindah dari Sang Pencinta. Kado terindah dari Sang Perindu. Merinduku mengadu dihadapan-Nya. Merinduku bersimpuh memohon ampun-Nya. Merinduku menangis di sepertiga malam-Nya. Begitu indah ujian yang berbuah kesabaran. Berbuah kenikmatan. Berbuah pahala. Berbuah taqarrub. Berbuah surga. Begitu indah semua ciptaan-Nya. Begitu sempurna semua anugerah-Nya. Lantas mengapa harus berputus asa hanya karena setitik musibah yang dianggap samudera.  Dia begitu indah dan penuh pesona. Dia yang lebih pantas diagungkan dibanding semua. Dia. Bukan dia.

Pandang hamparan taman hijau berbunga. Pandang lautan lepas dengan berjuta sirip indahnya. Pandang ilalang, gunung, awan, gemintang yang tiada lelah bertasbih memuji mematuhi titah Tuhannya. Pandang semua lebih dekat. Nikmat yang hanya disyukuri sesaat. Atau keluh yang tiada henti terucap.
Fabiayyi aalaai Rabbikumaa tukadzdzibaan?

Duh Rabb... Kado terindah di dua puluh tiga. Berkurang. Berkurang berkurang. Berkurang jatah waktuku memuji-Mu. Setelah sekian lama aku mengacuhkan seruan-Mu. Berkurang ladang pahalaku. Setelah sekian lama kubuang bekal waktu. Kado terindah ini. Tak kubiarkan sia. Memandang dunia dengan lebih terarah. Indah. Sangat indah.

Mengahbiskan sisa usia bersama. Bersama-Mu, ibu, ayah, keluarga, dan semua teman-teman yang begitu menyayangiku. lOve u all. Becoz Allah. Terimakasih waktu... telah mengizinkan dirimu ada untuk membersamai kami. Terima kasih atas doa yang terlimpah. Love you.  Love you. 

Kupandang kubah indah diantara gemintang dan sabit. 28 Desember 2011 in the night at albarkah mosque. Aku senang mengenal kalian. Thanks Rabb atas semua anugerah yang tiada henti tercurah.
My favorite place ^^
when i'm happy n sad, smiling n crying

Selamat Tinggal Mimpi



Aku dalam masa penyembuhan.

Kamu tahu rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayang?
Kamu tahu rasanya dicampakkan oleh orang yang pernah menyayangi kita?
Kamu tahu rasanya diacuhkan oleh orang yang pernah peduli dengan kita?
Kamu tahu rasanya membunuh perasaan yang masih hidup dan tumbuh?
Kamu tahu rasanya mengubur hidup-hidup gambaran wajah, sikap yang senantiasa terekam?
Kamu tahu sakitnya terhempas dari ketinggian?
Kamu tahu rasanya ketika menyadari semuanya hanya mimpi?
Kamu tahu apa yang kulakukan untuk menyembunyikan tangisku dari ibu?
Kamu tahu apa yang aku lakukan untuk mengusir sedihku?

Kamu hanya menambah daftar kehilanganku.
Kamu hanya membuatku merasa lebih sendiri.

Kamu tahu?
Kamu tahu?

Kamu. Tidak akan pernah mengerti seberapa pedihnya.

Lantas haruskah aku tertidur lagi setelah terbangun dari mimpi?
Haruskah aku bermimpi lagi?
Alamku bukan alam mimpi.
Aku  harus bangun dan tidak boleh terbuai.
Aku tidak akan mendampingi pangeran mimpi.
Karena duniaku adalah apa yang aku tatap sekarang.
Nyata.

Dan kamu tahu?
Mimpi itu menyisakan luka.
Luka yang dengan susah payah kuobati.
Haruskah kusiram luka ini dengan cuka mimpi, lagi?

Lukaku belum benar-benar kering.
Perasaanku tidak untuk dipermainkan.
Kamu telah pergi dan aku  sedang belajar untuk menerima itu.

Terimakasih telah hadir dalam mimpiku.
Aku sudah tersadar dari tidur panjangku.

Selamat tinggal mimpi.
Bayty 17:46 WIB
25 Desember 2011 M
1Shafar 1433 H


Rabu, 09 November 2011

Sebaris Doa Senja


Rabb...
Menengadah
Menyesap pedihnya hati.
Terhujam pelan menusuk
Sakit Rabb... sakit...
Bias.
Tak boleh jatuh
Meski setetes.
Tak kuasa Rabb...
Bersimpuh mengharap Kau sudi menyeka
Tenangkan
Sakitnya jiwa









Bayty, 17:46 WIB
09 Nopember 2011 M
13 Dzul Hijjah 1432 H

Selasa, 08 November 2011

SPAM


Untukmu yang telah menjadi dan menjadikan
Kurangkai aksara
Terangkum satu
Satu dua tiga
Sama.
Spam
Sampah.

Bayty, 22:33 WIB
08 Nopember 2011
12 Dzul Hijjah 1432 H

Gambar: Google

Minggu, 16 Oktober 2011

Tertawan Bayang


Begitu kuat mengikat
Seakan tak pernah berkarat
Wahai yang disayang
Pernahkah merasa terbuang?
Karena dirimu yang tak pernah hengkang
Menawan bayang
Menyekat isak
Kau begitu memesona
Selalu penuh pesona
Hanya perlu tahu, sangat menyemburu
Harus kutinggalkan
Sebelum semakin tenggelam

Jumat, 02 September 2011

Untukmu, Yang Kusebut Sahabat


Ajari aku memberi sebelum menuntut
Ajari aku bersabar sebelum mengeluh
Ajari aku setegar dan sekuat dirimu..
Jangan pernah bosan menggenggam jeruji jemari
Jangan tutup sayap yang menaungi ukhuwah ini...
Jangan pernah lelah mendekap kerdilnya diri

Disaat rapuh. Lelah dan payah
Bahkan terpeleset menuju jurang yang curam
Genggam kuat jemariku
Meskipun dengan segala keterbatasan
Bahkan sekedar ucapan terimakasih
Tak mampu terlisan
Jauh disini
Terukir
Tak akan pernah terhapus
Meski penamu mencoret namaku
Meski waktu dan usia merabun ingatan
Semoga selamanya....
Kita sahabat

Terimakasih kawan...
Apapun yang kulakukan adalah sebuah karakter diri. Khilaf, salah dan murka adalah sebuah kesombongan. Kesombongan untuk sekadar memberikan setetes maaf. Kesombongan untuk memohon samudera maaf. Jauh disini, terpendam, melambung tak terbendung. Kutulis untaian ini...
Maaf dan terimakasih...
Telah sudi berteman denganku
Membuang waktumu bersamaku
Mendengar semua celotehku
Bahkan luapan keluh yang membuatmu pusing...
Maaf banyak merepotkan...
Ketahuilah
Setiap kehangatan jabat
Peluk sahabat
Ingin kubayar dengan persaudaraan terekat
Tapi kutahu keluhku lebih ego dibanding inginku
Maaf...

Jangan pernah menyesal
Aku disni
Karena ukhuwah...


Bayty, 21:42 WIB
Senin, 20 Juni 2011 M
18 Rajab 1432 H


(Buletin Mozaik FLP Bekasi)

Kamis, 30 Juni 2011

EJA

A b c d
Ba ba ca ca
Kau coba buatku merekam
Mengeja satu dua
Menyusunnya
Ba ca sa ma ka ka
Dua tiga suku kata
Ter Ber per
Kan dan tan
Kurapal malas
kurangkai enggan
Ny ng ai
Lari mencibir melempar lembar jenuh
Mengenyah pena telunjuk pada abjad
Bujukmu menggeluti kesalku
Terlupa begitu mudah
Menganggap semua biasa
Jika saja sabar itu tak bertahta
Tak bermahkota kasih dan cinta
Usaha tak lagi bernyawa
Keniscayaan gagahku berdiri tak akan pernah ada
Pantaskah lelah, payah dan susah
Dalam tubuh tegap berseragam dewa
Bahkan hanya untuk serangkai kata
Pantaskah ku eja
hanya karena engkau beranjak renta
T-e
T-e-r-i-m-a
Mengeja lagi,
T-e-r-i-m-a k-a-s-i
Kusemat ‘h’ pada penghabisan
Merangkum doa disetiap hembusan
T-e-r-i-m-a k-a-s-i-h
Guru SD kelas satu ku...

Gedung Ilmu 8:59 WIB
Rabu, 15 Juni 2011 M
12 Rajab 1432 H

Senandung Asa

Senandung Asa

14 Desember 2008
Aku tak mengharap orang yang sempurna
Karena aku sadar..
Aku tak secantik Aminah
Tak sekaya Khadijah
Tak secerdas Aisyah
Tak semulia Fathimah
apalagi sesuci Maryam
Aku hanya wanita akhir zaman pengagum mereka
Aku bukan siapa-siapa
Aku hanya butuh nahkoda
Yang ikhlas menemaniku mengarungi bahtera
Menuju
Singgasana cinta-Nya

22 November 2009
Aku mencari cinta sejati
Cinta yang membawa ketentraman
Bukan pelampiasan bahkan mudah berpindah tangan...
Cinta yang menjadi kunci
Bagi gerbang pernikahan
Sebuah bangunan yang kokoh
Sekokoh pemimpinnya
Bangunan yang indah
Seindah perawatnya
Suami yang menikahiku
Bukan karena kelebihanku saja
Tapi memahami, mengerti dan mencintai
Serta melengkapi kekuranganku...
Suamiku...
Aku menikah denganmu
Bukan karena ketampananmu
Bukan karena hartamu
Tapi aku mencintaimu
Karena aku percaya
Engkau dapat melindungiku
Engkau dapat meyayangiku
Engkau dapat menuntun dan membimbingku
Engkau dapat menegurku
dengan kemesraanmu
Engkau dapat menjadi penawar hatiku
dengan kesabaranmu
Engkau dapat menjadi teladan
Bagi putra putri kita
Cukup bagiku keshalihan, pekerti
Serta nafkah lahir batin sebagai jaminannya
Wahai nahkoda kapalku...
Aku bukanlah wanita yang rupawan
Aku bukanlah hartawan
Cerdas pun tidak...
Untuk itu pikirkan baik-baik apa keputusanmu
Dan apa tujuan membina bahtera bersamaku
Jadikan Allah sebagai penunjukmu
Apapun keputusan-Nya
Itulah pilihan terbaik
Untuk kita...
I’ll always wait for you,,,whoever

Untukmu calon suamiku. Aku masih disini bersama angin malam. Tetap setia dengan diaryku. Setelah kubaca senandung hati. Asaku telah lama bertahta disana. Begitu lama aku merindukanmu. Aku masih disini sayang... menjaga diri untukmu. Kutitip pada-Nya agar engkau selalu dalam penjagaan-Nya. Siapapun engkau, engkaulah yang terbaik untukku. Saat itu pasti akan tiba. Bersanding denganmu, seseorang yang akan memanggilku bidadari, belahan jiwa, cinta (dan semua panggilan sayang yang sanggup engkau ucapkan). Aku tak akan menghianati keikhlasan dan kesabaranmu... insyaAllah.
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” Q.S. An- Nuur :26

Jannaty, 00:23 WIB
Ahad, 19 Juni 2011 M
17 Rajab 1432 H

Jumat, 02 Juli 2010

Mujahadah

Tuhan… Ketika hati ini membuncah dihantam kerinduan
Yakinkan aku Bahwa Engkau lebih layak untuk kurindu..

Ketika raga ini mendamba sebuah pertemuan
Yakinkan aku perjumpaan denganmu lebih layak untuk kunanti…

Ketika jiwa ini mencoba melakukan penghianatan
Yakinkan aku bahwa seseorang yang Allah pilihkan
Menungguku dengan setia disana.. 

Jumat, 18 Juni 2010

4ward

Aku mengenalmu lewat jiwa
 Bukan lewat mata..
Aku menjadikanmu saudara lewat hati,
Bukan sekedar basa basi..
 Ku tak tahu seperti apa aku dalam pandanganmu..
Selayak apa aku dalam ukhuwahmu..
Tapi yang aku tahu,
Meski dengan keterbatasanku,
Berbalut kekuranganku..
Aku menulis namamu dihatiku,
Sejak awal dan tak akan pernah terganti,
Apalagi terhapus.. Sebagai, 'SAUDARA' dihatiku..
Kemarin, hari ini ataupun nanti.. -insya Allah-