Tampilkan postingan dengan label V's Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label V's Mind. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2016

Minta Ampun dan Jangan Ulangi

Setiap aku berdosa
Aku menciut
Seakan surga tak mau menerimaku

Aku sendiri
Tak beranjak dan tak juga memperbaiki diri
Aku menghitung2 dosaku
Banyak... Tak terampuni

Tapi, ketika aku baca kata-Nya lagi...
Seperti embun bagi kekerontangan hati...

Adzab Allah itu pedih. Bagi hamba yang ingkar dan menentang. Tapi, Allah juga Maha Penyayang dan Pengampun... Jadi, setiap kita melakukan kesalahan... Langsung saja beristighfar.... Minta ampun... Allah akan mengampuni...

Duhai Allah... Seindah itu...
Tapi aku tetap saja tak tahu diri

Aku semangat lagi
Diterima menjadi hamba yang Engkau ampuni
Yang Engkau sayangi...

Aamiin
Insya Allah

Iman

Yang paling hamba takutkan
Iman...

Jangan biarkan berkurang
Apalagi hilang

Ya Allah....
Ampun......

Jangan ya Allah....

Minggu, 08 Mei 2016

Emangnya Lu Wow?

"Dia biasa aja, sih, gak ada yg WOW."

"Lu sendiri? Emangnya Lu wow?" Aku nyeletuk.

Yang denger langsung diem. Kemudian kami ngakak. Wkwkwk.

Yup. Enak banget kita menilai seseorang sesuka hati. Menetapkan standarisasi begitu tinggi. Menilai dia kurang ini, kurang itu. Gak seidealis yang kita mau. Kita lupa diri buat NGACA. Kita ini siapa. Se-wow apa.

Kadang lupa, se wow apa diri kita sampe ngarepin yang wow. Jalan nemu A, bilangnya kurang B. Ketemu B, bilangnya kurang C. Ketemu C, bilangnya kurang D. Pas sampe Z, baru deh tau rasa udah gak ada pilihan huruf lainnya.

Hidup itu gak seidealis itu, gaes. Harusnya, kita cukup menilai diri sendiri. Menimbang diri sendiri. Se wow apa kualitas kita. Bisa jadi, mereka yang kita nilai gak wow, sebenarnya justru jauh lebih wow dari kita tanpa kita ketahui. Yep, dont judge d book by its cover.

Tentukan se wow apa diri sendiri.
Tetapkan standar wow yang harus dia miliki.
Sabet. Iket. And kembangkan wow bareng si doi.

Makannya jangan gampang seenak gambreng nilai orang. Lupa sama kualitas diri.

Ehem
*test mic

Rabu, 04 Mei 2016

En El El

Abis ikut Neuro Logic Level. Hmmm bahasa keren dari apa, ya. Ya... Begitu, deh.

Aku tulis ini aja biar inget, ya.
Mulai dari titik segitiga paling atas.
1. Spritual
2. Identity
3. Belief /Value
4. Capability
5. Behavior
6. Environment

Idiiiiih, bahasanya serem amat. Gak ngerti! Yah, intinya begini, sih. Bahasa ringanku ya kunci sukses dunia akhirat keleus, yak. Ya pengembangan syaraf otak (neuro) gitu.

Dikupas dari bawah.

Enviroment (lingkungan)
Nah, lingkungan itu faktor yg mempengaruhi diri kita. Dan kitanya yg harus beradaptasi dgn lingkungan, bukan sebaliknya. Kita yg harus membuat diri nyaman, bukan sebaliknya.

Behavior (perilaku)
Perilaku kita ditentukan oleh lingkungan kita. Pinter2 deh bersikap. Jangan gampang meledak2, emosi, de es be. Perilaku mempengaruhi nilai diri kita.

Capability (kemampuan)
Gak cuma perilaku. Kita juga dituntut utk kreatif. Dituntut untuk punya kemampuan. Buanyak orang ahli tp g punya sikap. Ato sebaliknya. Nah, ini, nih. Kalo udah tau kemampuan kita apaan, tinggal diiket, ditambah attitude. Oya, capability bisa timbul kalo kita punya keyakinan and identitas.

Belief (Keyakinan)
Bahasa sederhanaku, mind set. Apa yang kita yakini itu yang banyak terjadi. Keyakinan ada 2. Pertama, X =. Misalnya gini, "gue yakin gue itu gak jago matematika." "Gue yakin gue gak bisa bangun pagi." De el el. Nah, keyakinan ini, nih, yang bakal bener2 jadi kenyataan. Misal lagi, "hidup itu pengorbanan" Eaaaa, makan, tuh, jadi korban terus :p

Yang ke 2. Jika X maka -----> Y. Misal, "Kalo gue berangkat jam 5, gue pasti gak bakal telat." Atau "Kalo gue sehari baca 10 kali. Gue yakin gue pasti ngelotok 1 juz" de el el. Makanya, keyakinan itu penting buanget, gaes. Bangun keyakinan positif, biar terwujud semua deh tuh. Yang negatif2, buang. Biarinin aja orang mau ngomong apa. Ini hidup gue, vroh :D

Identity (identitas)
Kenali dengan benar, siapa identitas kita. Tulis semua. Saya ini guru. Saya ini ibu. Saya ini istri. Saya ini HAMBA ALLAH. Kalo udah tau identitasnya, maka keyakinan, kemampuan, perilaku, lingkungan, semuanya akan terarah. Semuanya akan menjadi baik. Semuanya menjadi tenang...

Spiritual
Semua kembali pada Allah. Apa yang kita lakukan, tujuan kita, keyakinan kita, penilaian kita, bermuara pada Allah. Dengan begitu, kita nggak akan salah niat, kita akan tau, siapa, apa, bagaimana, kapan, di mana, dan mengapa kita melakukan hal tsrsebut.

Tetaplah jadi hamba Allah. Jadi manusia. Manusia dengan segala potensi yang Allah titipkan

Note today
NLL Pak Bambang
@Alfatah

Baidewei, langkah pertama yang harus aku lakukan setelah ini adalah, menentukan identitas ^^

Yuhuuuuu

Senin, 25 April 2016

Ketika Catatan Dilempar di Depan Muka

Bertahun-tahun hidup di dunia. Menghirup nafas sesuka. Gratis. Nggak pake bayar. Lantas, amal unggulan apa yang bakal v bawa menghadap-Nya?
Sekian tahun v g tahu amal apa yang bisa v banggain.

V g tau berapa lama lagi v hidup. 20 tahun? 15 tahun? Setahun? Atau jangan-jangan cuma sampai besok? Atau setelah selesai nulis ini.

Apa v bisa setenang ini, santai-santai padahal maut ada di samping V?

V nggak bisa jamin, sholat v diterima atau nggak. Siang malem sholat karena ibadah atau sekadar menggugurkan kewajiban? V g tau doa-doa itu menembus langit-Nya atau malah mental laksana mantra tak bertuan.

V gak tahu semalu apa v ketika menghadap Rabb, ketika catatan amal V diterima, dirobek-robek, lantas dicampakkan dilempar depan muka.... Ilahi..... V minta maaf.... Maaf untuk segala ibadah sia-sia.....

Jangan hukum V sebab ketidaktahuan V, Rabb..... Beri petunjuk hamba.... Terima amal ibadah hamba..... Matikan hamba dalam husnul Khatimah.....

Maaf utk setiap gerak dan niat yang salah..... Terima amal ibadah hamba....

Allahumma a'udzubika min amalin ya yuqbal...

Selasa, 03 November 2015

Menjadi Bagian dari Mimpi Orang Lain

Yang menciptakan kesuksesan bagi kehidupan saya adalah diri saya sendiri. Sampai kapan saya akan menjadi bagian dari pewujud mimpi orang lain dan melupakan mimpi-mimpi saya sendiri? bersusah payah, terlalu ngoyo dan berambisi demi merealisasikan cita-cita orang.

Saya terlalu fokus dengan kewajiban yang sejatinya adalah bukan sebuah kewajiban. Saya harus segera melangkah dan berlari. Mengejar ketertinggalan dan menyambung estafet kesuksesan. Saya harus fokus dengan diri saya sendiri. Saya nggak mau memikirkan apa yang dicapai orang. Saya nggak boleh menjadi ekor yang hanya bisa berpangku tangan. Selalu teriris tiap menyadari diri sebodoh apa. Menyiakan banyak waktu demi hal-hal nggak penting. Ya, kali ini kesehatan hati jauh lebih penting ketimbang rasa hati sendiri.

Saya. Saya punya kehidupan. Punya keinginan. Dan berhak merasakan kebahagiaan. Saya nggak akan selamanya menjadi kaki dan tangan bagi mimpi mereka. Seluruh anggota tubuh saya bertanggung jawab untuk mewujudkan mimpi yang saya punya. Saya harus memiliki plan yang jelas bagi hidup saya mulai sekarang.

Karena hidup tidak sekadar berjalan kemudian mati. Hidup yang saya miliki harus berkualitas. Hidup berarti. Dan meninggalkan jejak keemasan setelah saya mati. Hidup saya adalah tanggung jawab saya sendiri.

Saya; 
TEACHER, is always wanna be insya Allah, memanfaatkan ilmu, tabungan akhirat, dan mencari berkah hidup. 

BLOGGER and WRITER. Saya akan menuliskan sejarah kehidupan saya dengan menuliskannya. Menorehkan tinta emas melalui buku dan blog. Menebarkan manfaat untuk banyak orang, mewariskan "harta" tak terkira untuk keturunan. 

ARTPRENEUR, karena guru bukanlah profesi. Dari sini lah rezeki Allah saya kais. Saya senang berjualan, saya senang membuat craft, lantas kenapa tidak saya manfaatkan untuk mendapatkan uang? Bukankah Rosulullah juga berdagang? Muslim yang kaya tentu lebih dibutuhkan. Dan saya ingin menjadi salah satu di antaranya.

TRAVELER. Allah membentangkan alam yang luas ini untuk ditelusuri, diekspos, disyukuri, dijadikan pelajaran, dan tentu saja dinikmati. Selagi Allah berikan kesehatan dan rezeki, kenapa tidak dimanfaatkan menikmati ciptaan Allah nan indah di bumi ini?

WOMAN. Yup. Saya harus sadar, saya tetap wanita yang mempunyai kewajiban sesuai kodratnya. Suatu saat saya akan menjadi seorang istri dan ibu, insyaAllah. Saya mempunyai tugas-tugas mulia yang harus saya nikmati. Saya akan mencari surga lewat ridho suami saya, saya akan ditarik ke surga lewat tangan anak saya yang shalih. Saya akan tetap menjadi wanita yang mengetahui hak serta kewajibannya. Menjadi seorang istri dan ibu yang tidak sekadar biasa. Saya harus menjadi sosok yang menyejukkan pandangan, pendegaran, menjaga perut keluarga saya. Menjadi wanita yang dirindukan keluarga. Wanita yang diidam-idamkan bidadari surga.

Saya, punya cita-cita, saya punya kebebasan ke mana layar kehidupan saya mengembang. Saya lah pengendali jalan hidup saya sendiri. Tentunya, di bawah arah kompas Tuhan. *Tentu saja


V

Ketika saya harus menghajar semua ketertinggalan
03112015