Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Bolehkah Saya Mengucapkan Natal?

Beberapa waktu lalu, saya membaca diskusi antar umat beragama. Yang satu mempertanyakan hukum mengucapkan natal, sedangkan yang lain menanyakan kenapa ucapan itu dilarang.
Yah, saya sama sekali tak punya kapasitas untuk menjawabnya. Tidak mumpuni dan teramat bodoh untuk mentarjih perbedaan pendapat para ulama tersebut.
Selang beberapa menit, teman saya membawa angin segar. Dia mengutip kultwit dari ustadz Salim A Fillah. Kultwit yang menurut saya menjadi jalan tengah sekaligus jawaban untuk kita semua; muslim dan nasrani. Berikut saya copy paste kan beberapa pointnya;
Kultwit ustadz @salimafillah
tentang Natal
1. Natal ini, terkenang ujaran
Allahu yarham KH
Abdullah Wasi’an (kristolog Jogja -
red);
“Saudara-saudaraku Nashara
terkasih, beda
antara kita tidaklah banyak.”
2. Wasi’an: “Kalian mengimani
Musa, juga ‘Isa.
Kamipun sama. Tambahkanlah satu
nama;
Muhammad. Maka sungguh kita
tiada beda.”
3. Wasi’an: “Kalian imani Taurat,
Zabur, & Injil.
Kamipun demikian. Tambahkan Al
Quran, maka
sungguh kita satu tak terpisahkan.”
4. Sungguh adanya kerahiban
jadikan kalian
lembut hati & dekat pada kami;
sementara Yahudi
& musyrik musuh terkeras kita. (QS
5: 82).
5. Tapi mungkin memang sudah
tabiat ‘aqidah,
satu sama lain tak rela jika kita tak
serupa dalam
agama secara sepenuhnya. (QS 2:
120).
6. Bagaimanapun, selama kita tak
saling
memerangi & usir-mengusir
tersebab iman, tak
terlarang kita saling berkebajikan.
(QS 60:
7. Maka inilah kita mencari titik
singgung iman
demi kebersamaan; itulah
pengakuan ke-Ilahi-an
Allah tanpa persekutuan. (QS 3:
64).
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya,
yakin di dada
tak bisa dipaksakan. Kami hormati
segala nan tak
bisa dipertemukan. (QS 109: 6).
9. Dalam keberbedaan itu, kami
tetap mencintai
‘Isa & Maryam, meski kami tak bisa
memohon
kalian mentakjubi Muhammad.
10. jua kami, membaca dengan
berkaca-kaca
betapa indah Surat dalam Quran
yang berjudul
Maryam. Gadis tersuci sepanjang
zaman.
11. Najasyi Habasyah & Uskup-
uskupnya, juga
para Patriarkh Najran menitikkan
airmata,
dibacakan Surat Maryam.
Berkenankah kalian jua?
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah,
Nabi, & Al
Quran kami mengajarkan
pemuliaan nan
mengharukan pada Maryam & ‘Isa
yang tiada
duanya.
13. Termuliakanlah ‘Isa dengan
penciptaan &
kelahiran nan ajaib yang bagi kami
begitu agung
sebagaimana penciptaan Adam. (QS
3: 59).
14. Termulialah ‘Isa nan bicara
dalam buaian.
Salam sejahtera baginya di saat
lahir, kelak
diwafatkan, & nantinya
dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami
mencintai ‘Isa,
Nabi & RasulNya. Ruh &
kalimatNya, yang ditiup-
tumbuhkan dalam rahim suci
Maryam.
16. # Natal ini, kalian rayakan
kelahiran ‘Isa yang
agung; tapi bagi kami tanggal 25
Desembernya
agak membuat terkerut dahi
bertanya-tanya.
17. Sebab Maryam nan sungguh
berat ujiannya itu
bersalin di saat kurma masak
penuh tandannya.
Kemungkinan itu Maret, bukan
Desember.
18. Maafkan jika menyinggung hati,
tapi sungguh
telah ditulis para Sejarawan, 25
Des itu hari
kelahiran Janus & Mitra, Dewa
Matahari.
19. Sungguhpun ingin rasanya
syukuri lahirnya
Rasul Ulul ‘Azmi nan teguh hati;
‘Isa, agak tak
nyaman hati kami dengan hari
pagan ini.
20. Sayangnya, hampir seluruh
gereja sudah
menyepakatinya, sampai seorang
Sejarawan
memelesetkan ‘Son of God’ sebagai
‘Sun of God’.
21. Itulah awal-awal yang membuat
kami berat
hati untuk ucapkan Salam Natal. Ini
harinya Janus
& Mitra. Bukan harinya ‘Isa, nabi
terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju &
cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu
tak bisa kami paksa untuk diubahkan
seenaknya. #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk
membalas penghormatan yang kalian berikan
di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para
'ulama. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk
membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan
yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86)
#Natal
25. Yang disepakati para 'ulama atas
keharamannya adalah keterlibatan dalam
segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua
Fatwa MUI. #Natal
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal
nan bersifat ibadah & ritual disepakati
haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal
ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr.
Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy;
menyebut tahniah tak terkait dengan ridha
atas 'aqidah.
28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa
menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara
tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari.
(QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah
tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi
'Ibrahim Berda'wah', demikian ditegaskan Al
Qurthuby. #Natal
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti
komunikasi intensif sebagaimana dilakukan
Ibrahim pada penyembah bintang, bulan,
mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan
kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-
hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah
lebih dianjurkan.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll
cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal
tersebab hal itu sama dengan meridhai
'aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal
ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan
tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan
dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di
seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan
sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak
sama. #Natal
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab
di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al
Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat
majemuk. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan
#Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal
Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu
disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas
diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-
duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus
dicermati. #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi
kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak
sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas.
#Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al
Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim
minoritas, keluarga majemuk nan erat
hubungan dll #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al
'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah
agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul
Haramain. #Natal
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN
mengamalkan pendapat kami atau tidak.
Melainkan mengetahui bagaimana kami
menetapkannya. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan
'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka
tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini:
http://media.isnet.org/antar/etc/
NatalMUI1981.html
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh
lebih ringan dari soal menghalalkan &
mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat
Syari'at. #Natal
44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan
beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB
(tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ &
BATHIL. #Natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal
terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi
kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia.
#Natal
46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak
kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab
Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih
ikhtilaf Ulama;)
47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini
terjeda-jeda; karena qadaruLlah sedang fakir
sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di
Jambi :)
Alhamdulillah, selesai saya copy-kan. Semoga manfaat and bisa diambil benang merahnya, ya.
Mungkin masih banyak lagi yang beliau sampaikan, silakan langsung cek twitternya. Maklum twitter saya kudet :-|
Oya, don't forgetto tetap diimbangi dengan referensi lain dari berbagai jalur. Semoga Allah memberi keyakinan and petunjuk terhadap apa-apa yang kita lakukan. ^^
Buat mbak Miyo and mbak Zie, makasih dah buka gerbang ilmunya ®(^_^)©
Jannaty, 11:10 WIB
Kamis, 26 Desember 2013 M
Shofar 1435 H

Minggu, 03 November 2013

Serba-Serbi Muharram

Ahlan wa sahlan ya Muharram. Hari ini, Senin 04 Nopember bertepatan dengan 30 Dzul Hijjah alias akhir tahun baru Hijriah. Nah ba’da maghrib nanti adalah tanggal 1 Muharram. Yeeaaay tahun baru. Semangat baru dunk ya. Tapi perayaannya tentu tidak dengan hura-hura. Biar makin semangat menyambut bulan ini, yuk kita intip apa aja sih risalah bulan Muharram ini;

1. Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam.  Naaah kalau tahun baru Masehi aja hebohnya sampai gegap gempita, masa tahun barun Hijriah nggak lebih hebring? Hebring dengan banyak-banyak muhasabah lah yaaa. Mengevaluasi kekhilafan and kesalahan kita, juga merencanakan masa depan dengan penuh kebaikan.

2. Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Empat bulan tersebut ialah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.
                                                                              
Dalam surat At Taubah ayat 36 Allah berfirman, yang artinya:

"sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi diri kamu dalam bulan yang empat itu ..."
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-at-taubah-ayat-36-49.html#sthash.jUIqeRTW.dpuf

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-at-taubah-ayat-36-49.html#sthash.jUIqeRTW.dpuf
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-at-taubah-ayat-36-49.html#sthash.jUIqeRTW.dpuf
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-at-taubah-ayat-36-49.html#sthash.jUIqeRTW.dpuf

Kalau Allah aja memuliakan bulan tersebut, Sooo ... kita juga harus lebih memuliakannya dunk?

3. Bulan Muharram disunnahkan berpuasa.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rosulullah SAW bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Allah yaitu Muharram. (H.R.Muslim: No. 1982)

Wew, selain Ramadhan, berburu pahala lewat puasa ternyata ada juga di Muharram, lho. Yuuuk charger semangat. Minimal tiap Senin Kamis lah yaaa ^_^
  
4. Bulan Muharram bulan sedekah.
Kalau bulan lain kita rajin sedekah, di bulan Muharram ditambah lagi nominalnya :D. Terutama pada tanggal 10 Muharram (‘Asyuro).

Nabi Muhammad memberi pesan seperti ini,

عن أبى هريرزة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من وسع على عياله وأهله يوم عاشوراء وسع الله عليه سائر سنته

“Barangsiapa yang meluaskan (belanja) keluaranya pada hari ‘Asyuro (10 Muharram), maka Allah akan melapangkannya pada tahun tersebut seluruhnya” (HR. Baihaqi)

Hmmm ... mengenai haditsnya, karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajatnya menjadi hasan bahkan menjadi shahih.

Intinya sih ya, banyakin sedekah di manapun n kapanpun. Nah pada 10 Muharram dikencengin alias dilipatin gitu. Masalah pahala, ganjaran dan lain halnya terserah Allah aja deh. Berbagi itu indah kok. Apalagi seneng nggak terkira kan, kalau ternyata bantuan kita amat berharga buat mereka.

Naaah udah tau kan amalan apa aja yang dianjurkan di bulan Muharram. Ayooo kita niatin. Semoga niat kita benar-benar terwujud biar pahala en kasih sayang-Nya melimpah. Juga dapat menebus dosa-dosa kita.

Peristiwa di Bulan Muharram

Banyak sekali peristiwa penting yang terjadi di bulan ini. Diantaranya;

1.       Allah menerima taubat Nabi Adam.
2.       Allah mengangkat Nabi Idris ke tempat yang tinggi (surga).
3.       Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari apinya Raja Namrud.
4.       Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
5.       Nabi Yusuf dikeluarkan dari Penjara
6.       Dikembalikannya penglihatan Nabi Ya’qub.
7.       Sembuhnya Nabi Ayyub dari Penyakit Kulit.
8.       Dikeluarkannya Nabi Yunus dari perut ikan Nun.
9.       Tenggelamnya Bani Israel di Laut Merah.
10.   Diampuni dosanya Nabi Daud.
11.   Allah memberikan kerajaan pada Nabi Sulaiman.
12.   Hari pertama dijadikannya dunia.
13.   Pertama kali diturunkannya rahmat di bumi, hujan dari langit
14.   Allah menciptakan ‘arsy, lauhul mahfudzh, qolam, malaikat jibril.
15.   Diangkatnya Nabi Isa.
16.   Terjadinya hari Kiamat.

Wallahu a’lam bish showaab.

Subhanallah, sungguh apa-apa yang terjadi tidaklah secara kebetulan. Semua sudah terprogram dalam qadha dan qadar-Nya.

Setelah kita mengetahui pernak-pernik Muharram, yuk kita sambut dengan membaca doa akhir dan awal tahun. Semoga Allah mengampuni yang telah lalu dan mewujudkan harapan-harapn baik kita di tahun mendatang. Aamiin. Ini dia doanya;

Doa Akhir Tahun

Doa ini dibaca 3 x setelah Ashar atau sebelum Maghrib, yakni akhir tahun Hijriyah (30 Dzul Hijjah 1434 /  04 Nopember 2013 M. )




Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.
Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu.
Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.

Doa Awal Tahun

Doa Awal Tahun dibaca 3 kali ba’da Maghrib pada malam 1 Muharram 1435 H (Hari Senin malam Selasa). Baik dibaca setelah sholat rowatib ba’diyah Mahgrib.


Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.
Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.
Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.

Huft. Alhamdulillah sudah dishare. Moga manfaat yaaa. Yuk bersama Fastabiqul khairat! Don’t forget! Inga’-inga’ ting! ^_~

Oiya lupa, untuk tulisan Arab yang nggak ada harokatnya maaf ya, soalnya belum nemu nih cara harokat via keyboard :p. Jadi tanya sama Pak Ustadz aja yaaa :D

Gedung Ilmu: 14:04 WIB
Senin, 04 Nopember 2013 M
30 Dzul Hijjah 1434 H

Minggu, 10 Maret 2013

Ummati... Ummati...

Ketika masyarakat Thaif menola.dan menghinakan Nabi Muhammad, malaikat penjaga bukit menawarkan untuk menghimpit mereka dengan bukit. Muhammad menolak,
"Kalau tidak mereka, Aku berharap keturunan di sulbi mereka kelak akan menerima dakwah ini, mengabdi kepada Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan apapun."

Mungkin dua kata kunci ini menjadi gambaran kebesaran jiwanya.

Pertama, Allah, sumber kekuatan yang Maha Dahsyat, kepada-Nya ia begitu refleks menumpahkan semua keluhannya. Ini membuatnya amat tabah menerima segala resiko perjuangan; kerabat yang menjauh, sahabat yang membenci, dan khalayak yang mengusirnya dari negeri tercinta.

Kedua, ummati, hamparan akal, nafsu dan perilaku yang menantang untuk dibongkar, dipasang, diperbaiki, ditingkatkan dan diukirnya.

Ya ummati... tak cukupkah semua keutamaan ini menggetarkan hatimu dengan cinta, menggerakkan tubuhmu dengan sunnah dan uswah serta mulutmu dengan sholawat?

Allah tidak mencukupkan pernyataan-Nya bahwa Ia dan para malaikat bersholawat atasnya (QS 33: 56), justru Ia nyatakan dengan begitu "vulgar" perintah tersebut,
"Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah atasnya dan bersalamlah dengan sebenar-benar salam."

Allahumma sholli wa sallim wa baarik 'alaih wa 'ala aalihi.

KH.RA fy WSM
sofhah tis'ah 'asyaroh

Allah Melihat Kita

Suatu malam menjelang fajar, dalam inspeksi rutinnya, khalifah ll Umar bin Khaththab mendengar dialog menarik antara seorang ibu dengan gadis kencurnya.

"Cepatlah bangun, perah susu kambing kita dan campurkan dengan air sebelum orang bangun dan melihat kerja kita"

"Bu, saya tak berani, ada yang selalu melihat gerak-gerik kita."

"Siapa sih sepagi ini mengintai kita?" sang ibu bertanya.

"Bu, Allah tak pernah lepas memperhatikan kita."

Khalifah segera kembali dengan satu tekad yang esok akan dilaksanakannya, melamar sang gadis untuk puteranya, 'Ashim bin Umar. Kelak dari pernikahan ini lahir seorang cucu: Umar bin Abdul Aziz, khalifah kelima.

Minggu, 29 Juli 2012

Selamat Datang Suamiku

Mengapa memilihku?

Jika engkau mencari sosok yang cantik, jawabannya bukan ada padaku.
Jika engkau mencari yang pintar, bukan pula ada padaku.
Apalagi yang kaya, aku tak memiliki apa-apa.
Aku hanya wanita biasa yang berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluargaku.

Kamis, 22 Maret 2012

Karena Kamu Aku Menikah


#Eeaaaaa judulnya ababil banget kan. Nikah kok karena kamu. GR ah. Ni undangan buat jomblowerz aja kuq ^_^

Nikah itu ibadah kan? Kenapa mesti ditunda? Apa nikah itu penghalang? Bukankah nikah justru membuka jalan?

Kalau karena alasan belum ada jodoh, lantas

Kamis, 22 Desember 2011

Pemimpin Itu Harus Arogan





“Ngeliat pake ini apa ini?” Dia menunjukkan mata dan dan lututnya dengan telunjuk. Rasanya ingin sekali kujawab dengan menunjukkan lutut. Tapi tanganku mengarah kemata. Menjawab pertanyaannya bahwa aku melihat dengan mata, bukan lutut. 

Rasanya hatiku ingi berteriak “Aku melihat dengan lutut, Bu.” Lantas kau membalas ucapanku dengan matamu yang tetap melotot “Coba praktikkan kalo kamu ngeliat pake lutut!” dan kujawab “begini ni, Bu!” lalu lututku bergoyang-goyang menengok kanan kiri seolah-olah dapat melihat.

Sayang, aku cuma bawahan yang lemah. Yang bisa diprotes, dimaki, dan dibentak-bentak didepan umum seperti tadi. Dan akulah yang salah tidak bisa berkata selantang dan setegas itu membela diri. Mungkin aku memang salah, bu. Karena jujur ini pengalamanku pertama kali disini  dan aku bingung harus berbuat apalagi. Termasuk katamu yang disuruh melihat bahwa laporanku salah dan tidak diperbaiki.

Hah! Allah saja tidak menghukum orang yang tidak sengaja dan lupa. Lantas kenapa dengan sifatmu yang terlalu tinggi bisa bersikap sekasar itu terhadap anak buahmu. Arogan. Tidak bisakah bicara dengan nada pelan, Bijaksana selayaknya pemimpin berpendidikan tinggi yang tahu etika?

Yah, semua juga tahu sifat dan tabiatmu, dan aku pun (dipaksa)  mengerti itu. Dan tanpa pernah kutahu pernahkah kau berusaha mengerti dan menghargai pekerjaan anak buahmu. Yang kutahu, kalau ibu moodnya oke kau bersikap royal dan menerbar senyum yang paling merekah. Dan kalau kau lagi gak mood kau siap menerkam dengan caling an tandukmu yang perlahan keluar.

Huft. Maaf bu jika kuharus berkata demikian. Aku simpati padamu. Sungguh. Kau cerdas, bijaksana, Ilmumu pantas diacungi 10 jempol. Aku kagum dengan prestasimu yang menjulang diusia mudamu. Sampai kepala empat sekaran kau berhasil membawahi 3 unit sekolah, Guru teladan dan usahamu menyebar hampir di seluruh pelosok jawa. Aku sungguh kagum. Tapi mengapa kau rusak semua image ku padamu menjadi begitu buruk. Akibat nila setitikrusak susu sebelanga.
Tolong kontrol emosi. Jika kau tidak suka terhadap seseorang karena alasan pribadi, jangan dibawa dalam urusan pekerjaan. Objektif dalam menilai. Jangan pernah pilih kasih. Hargai jerih payah kami.

Ingatkah kau. Melarang sesuatu. Salah sedikit harus diganti. Tidak boleh ada tip ex salah ejaan, spasi, kapital semua harus serba sempurna. Kami berusaha untuk itu, dan kami mengerti itu memang kewajiban kami memberikan yang terbaik. Tapi, tolong profesional bu. Pernahkah kau sedikit saja mengoreksi hasil kerjamu? Bahkan menyalahi format pun, kau tidak pernah memperbaiki.

Hah! Rasanya aku ingin teriak “KABURO MAQTAN!”

Tapi kau guruku bu. Kau tetap harus kuhormati. Biarlah Allah yang memberimu petunjuk. Kami muridmu, selalu mendoakanmu, yang menebar cahaya ilmu, mengalirkan cahaya ilmu meski dengan cara yang kadang memuat kami terluka. Allahummahdinaa.

Satu yang menjadi pertanyaanku.

Aku, entah dengan yang lain. Setahuku serupa meski tidak sama. Entah enggan, sungkan atau takut jika bertemu denganmu. Apakah karena kharismamu yang begitu memesona. Atau wibawamu yang begitu “menyeramkam” kau begitu disegani.

 Apakah jika suatu saat aku menjadi peminpin aku harus bersifat sepertimu sehinggaa bisa “dihargai” semua anak buah? Apakah aku harus bersifat pepertimu yang menasihati dengan nada tinggi, menyindir dan melotot didepan banyak orang? Apakah harus begitu, Bu?
Tapi yang jelas aku sama sekali tidak, bahkan amat sangat todak nyaman sekali dengan perlakuanmu. Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosamu. Aamiin.

Resto Finfin 22:33 WIB
05 Desember 2011 M
09 Muharram 1433 H

Minggu, 11 Desember 2011

Hape Bagus Itu Perlu


Wew. Kamera oke. Video call oke. Streaming kenceng. Musik full. Memory gede. Pesan full.  Body tipis. Layar sentuh. Tv. Radio. Dual sim card.

SEMPURNA 

Gaya.model dan bergengsi.

Idealisme. Sampe sekarang aku bertahan dengan hape buluk beriku. Layar tanpa warna dan yang terpenting batre bertahan lama, bisa telpn dan sms. Udah kecemplung cat, jatuh berkali-kali tetep tahan banting. Tetep bisa nyala and berkualitas. Hoho itu menurutku. Setia dan gak pernah ngambek.
elegan khaaaan? :D
Memang aku (Gak) mampu beli. aku pernah punya pengalaman dengan hape quranku yang kusayang-sayang. Ada tafsir haditsnya. Doa-doa. Alquran 7 bahasa terjemah 30 juz. Touch screen, dual sim. Belum sampai setahun  sudah banyak ngadatnya. Batere beberapa kali kembung. Charger sudah hampir 2 bulan sekali ganti. Jatuh sekali aja udah remuk. Hah pokoknya bikin nyesek sek sek. Hiks.

Mau beli lagi pikir-pikir deh. Jadilah hape emakku kupalak. Hihi gak lah dikasih gitu loh. (memberi karena terpaksa ding :p)

Hape bagus yang multi fasilitas gitu juga bentar-bentar aku ngenet. Bentar-bentar dengerin musik, video, wah melalaikan banget deh dari kerjaan and ibadah. Senyum- senyum sendiri hehe bukan gila loh, Cuma dikit gak waras hihi. Jadi telah kuputuskan untuk tetap setia pada buluk berry ku J

Eh, simak ceritaku. Ternyata hape bagus itu perlu. Banyak fasilitas bakal negmudahin kita buat kerja. Ngenet tinggal buka. Nih contohnya pas kegiatan uasku membutuhkan bel dadakan. Soalnya kalo pake bel dari sekolah nanti suaranya rancu  sama bel smp. Nah muter-muter deh nyari nada dering hape yang bernuansa bel. Kubuka satu persatu nada dering dari hape buluk berry pllyphonic ku. Hehe gak nemu. Jadilah temanku menyodorkan hape androidnya, wew hape dengan buyi bel siap dinyalakan. Wah emang ternyata hape bagus dengan multy fasilitas itu perlu.

Wah terus kesimpulannya apa dunk? Pake hape buluk beery apa black cerry? Hoho keuputsan ada di kamu masing-masing. Mau pake apapu dimanapun kapanpun pertimbangkan baik buruknya. Kalo aku tetep setia sama buluk berry ku. Yang seti, gak pernah ngambek and  bandel. Aku gitu loh, cewek setia sama soulmate tercinta.

Tapi......
...............
...........................
......................
eng ing eeeeeeng

Teuteuuuuup melirik si imut android yang keren abiiiiz. Hoho :D

Sunksang
Gedung Ilmu 09:09 WIB
05 Desember 2011 M
09 Muharram 1433 H

Jumat, 02 September 2011

Aku Sayang Bunda

Kemarin selesai mengawas anakku bilang
"Bu aq bkin surat untuk bunda"
"Coba ibu liat"
satu persatu kubaca hm...sedih juga..
" Wah bagus banget, coba dibaca ibu mau denger" secara kelas 1 gitu..
" Nggak ah" malu-malu
" Nggak papa, ayo Farah nanti kalo bagus naik panggung deh"
perlahan dia baca..suaranya melemah,,,Huu kok sedih ya..

~bunda aku sayang bunda
aku juga sayang ayah
aku juga sayang adik-adikku
aku anak pertama bun
aku mau rengking 1 ( satu) bun
aku juga mau juara 1 ( satu) bun
aku pengen banget jadi anak yang pintar di sekolah dan di rumah
I(gambar love) OU ayah bunda dan adik-adikku tersayang

untuk:
bunda dan ayah juga adik-adikku

dari:
dari kakak farah untuk bunda dan ayah

dari:
kakak farah untuk adik-adikku tersayang ~
(sesuai teks asli)

Hmm...g nyangka Farah nangis waktu baca suratnya...
q peluk dalam hati bilang ( bunda juga sayang farah -hehe ngaku-ngaku)
dia masih terisak dalam pelukku...

Luv u all....walaupun ngeselin tapi sepi juga kalau g ada mereka.
mama'.....v juga sayang ma'......
@(^_^)@

Serba Serbi FLP Bekasi VS Ketua FLP Bandung

Pertemuan yang dinanti. Sampai pukul 13 mobil masih ngetem di kawasan Cilandak. Grrrh! Telat. Saya aja dah bang yang nyetir aku membantin nggak sabar. Seperti biasa, Ahad jadwalku kursus di Ciputat, mulai pukul 9 sampai pukul 12. Ahad ini merupakan pekan kelima pelatihan FLP yang diadakan setiap 2 pekan sekali pada pukul 13.00 di UNISMA Bekasi. Tentunya aku nggak mau terlewatkan sedikitpun. Selesai shalat Dhzuhur, aku bergegas menaiki bus dengan tujuan Bekasi. Bang kalo bisa lewat udara aja deh.. ucapku dalam hati.

Kira-kira pukul 14.00, sampailah aku di UNISMA. Alhamdulillah, di lapangan dekat masjid UNISMA aku bertemu teman seperjuangan Daz dan Mbak Vira ketua FLP Bekasi (nggak tau telat juga atau nggak, hehe).Mbak Vira nganter ke tempat pelatihan berlangsung. Huff alhamdulillah ketolong deh. Sampai di tempat, entah pembicara sedang membahas apa, aku sendiri nggak mudheng. Setelah mendengarkan beberapa lama, baru aku tahu bahwa yang dibicarakan ternyata tentang tulisan nonfiksi. Aku yang baru dateng jelas nggak tau siapa nama pembicaranya. Yang jelas beliau nanyain tujuan berangkat ke pelatihan ini. Mudah-mudahan aku nggak ditanya. Eeeeeeeeeeh nggak lama kena todong juga,

" Mbak yang pake kacamata, yang baru dateng y, apa sih tujuannya dateng kesini, apa yang pengen diketahui?" jiaaaah keki tambah ketauan telatnya.
"Hm gimana bikin karya nonfiksi biar nggak ngebosenin buat dibaca?" pertanyaanku nggak dicatet ( pertanyaan yang sama dengan temen-temen sebelumnya hihi). Kang Dedi menjawab & memaparkannya dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami.

Fiksi itu khayalan tapi tetep berdasar pada gagasan nyata. Nonfiksi ya....berarti bukan khayalan yang butuh data dan fakta. Semua karya tulis bisa dikatakan bagus itu tergantung dari pembacanya.Jadi subjektif.

Karena tema pelatihan kali ini nonfiksi, Kang Dedi Setiawan Ketua FLP Bandung ngebahas tuntas tentang nonfiksi and segala pernak-perniknya. Esai, tajuk rencana, kolom, opini, resensi buku ( jadi inget tugas yang belum dikumpulin). Beliau juga membawa contoh tulisannya yang sudah diterbitkan di media cetak. hmm..aku kapan ya.

Lagi asik-asiknya share, adzan berkumandang. pembicara berhenti sebentar dan bertanya, " adzan dari hp ato dari masjid?". hm..adzan dari hpku untung nggak ada yang tau. kami melanjutkan pembahasan diiringi backing vocal hpku. nggak bisa dimatiin coz aku duduk berjauhan dengan hpku yang ada didalam tas. Nggak lama, adzan dari masjid berumandang. hmm..teladan yang baik, diam sejenak hikmat mendengaran panggilanNya. Komunitas yang benar-benar mencerdaskan. Seandainya semua komunitas bisa membiasakan hal-hal baik sekecil apapun itu. mungkin sedikit kalo tidak bisa dikatakan tidak akan, negeri ini melahirkan para tikus-tikus berdasi.

Sayang banget pelatihan selesai beberapa menit ba'da adzan ashar. ahh rasa penasaranku belum habis. semakin digali semakin banyak yang ingin aku tahu. Pertanyaan yang masih tersimpan kusampaikan pada temanku, "Kang Dedi udah punya anak berapa?" hehe nggak deng, pertanyaanku " bagaimana bentuk pernyataan orisinil itu? dan dalam karya nonfiksi perlu nggak kita mengirimkan lampiran pernyataan orisinil?. Sampai sekarang penasaranku itu belum terobati. Mudah-mudahan selain jadiJohn pantau komen temen-temen Kang Dedi bersedia kasih jawabannya. Allahumma Amin.

Ditengah keakraban, anggota FLP muda nunjukin "Curhat Jalan Raya" nya. 2 kali bayar katanya. Makin semangat rasanya. Biar nyusul terbit "Curhat Fita Jaya" Insya Allah gratis deh ( baca: langsung lunas aja mas. hehe)

Pokoknya seneng banget kumpul sama keluarga besar dalam naungan ukhuwah FLP. Ketemu penulis-penulis hebat and share langsung sama ketua FLP Bandung Kang Dedi Setiawan yang smart, friendly, humoris dan rendah hati.

Hm..ilmu ini mesti dikembangin. Karena kalau nggak dilatih menulis ide-ide yang muncul cuma jadi bonsai yang nggak bisa gede. Ala bisa karena biasa. Apalagi Kang Dedi ngasih sayembara buat bikin karya nonfiksi. Bikin tambah semangat. Siapa tahu" Mahir Menulis"nya jadi miliku ( harapan terdalam.com). Fastabiqul Khairaat yuuuuk!. Pokoknya ditunggu kabar baiknya ( kalo nggak " Mahir Menulis", undangan ulang tahun, makan-makan atau walimahan.Jadi inget temen sms "Kang Dedi masih lajang. Buruan daftar. Pendaftaran paling lambat akhir Juli". Aku cuma nyengir selanjutnya minta maaf atas namaku dan temenku itu. Maafin ya Kang. Hayooo yang merasa musti komen and minta maaf tuuuuuh.

Yang juga aku inget pembicara selalu bilang, " kita disini saling berbagi aja, bukan saya ngajarin atau apa". Jiaah eh subhanallah..padi emang semakin merunduk setiap bertambah bulir-bulir isinya.



Terima kasih yang udah sudi membaca. Sebanyak apapun penaku berkata mungkin belum pantas dikatakan indah meski dalam balutan alinea. Tapi karena teman-teman terutama ortuku terkasih dan karena QalamNya, akan aku warnai tiap kata yang tergores agar indah layaknya merahnya mawar, putihnya melati, ungunya anggrek yang dipadu dalam rangkaian bukat hikmah berbuah cinta. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan ( al Qalam : 1)

Thanks somuch. Ja'alanallah wa iyyakum minan najihiin dunyan wa ukhran. Semoga Allah menjadikan kita sukses dunia dan akhirat. Am

Surga? Siapa Takut!


Sumprit. Gue nggak sanggup di neraka. Sore ini tubuh gue gerah gak karuan. Padahal sore lho. Matahari udah mo pamit. Gimana siangnya coba? Lelah seharian beraktifitas kangen banget deh sama suasana kamar.

Sampe depan pintu langsung kunci and rebahan. Klik kipas angin langsung dinyalain. Buah! Fiuh! Tenangnya... serasa terbebas dari berton-ton panggulan. Belom puas, gue keluar kamar. Ambil segelas air minum dingin di kulkas. Glek glek glek.... Subhanallah... alhamdulillah... ajiib. Tarik nafas panjang... buang. Suer leganya bukan kepalang.

Gue nggak abis pikir gimana kalo nasib gue di neraka. Bukan cuma gerah doank yang bakal dirasain. Panasnya pasti lebih dari mentari yang menyengat. Belum kobaran api, sengatan kalajengking, guntingan lidah. Hwaaaaaaaa sereeeem deh ngebayanginnya. Na’udzubillah.

Gue berdiri. Merentangin tangan kanan and kiri. Mata dipejam. Gue mau timbang amal buruk and baik selama ini. Sedikit-sedikit tangan kanan keatas. Sedikit kemudian tangan kiri juga naik keatas. Wah seimbang? Ah nggak mungkin deh. Gue pejamin lagi mata gue. Tangan kanan keatas terus keatas sampe berhenti. Masih gue tunggu nggak ada reaksi. Yes! Tangan kanan gue lebih tinggi berarti amal kebaikan gue lebih banyak. Yes! Tapi emang timbangannya ukuran tangan ya? ah stupid!

Gue inget-inget lagi amal-amal gue. Hmhh! Blank! Lelah... tubuh gue jatuhi di kasur. Lelah and pengin tidur. Terbayang malaikat membawa pentungan dengan jubah hitam! huaaaaah ngeri! Nggak sanggup Rabb. Bener-bener nggak sanggup. Gue nggak mau dibayang-bayangin sama siksaan-siksaan yang gue nggak sanggup.

Gue nggak mau nanggung risiko jelek akibat amal gue yang jelek. Gue mau bahagia di dunia and akhirat. So janji Allah Swt kan mau masukin surga buat yang mau menjalankan semua perintah-Nya. And gue pikir nggak ada yang diluar batas kemampuan gue kok. So, kenapa harus gue tolak?.

Jannaty, 18:51 WIB
Selasa, 26 Juli 2011 M
24 Sya’ban 1432 H

Senin, 18 Juli 2011

Cerita Kecil Untuk Pengantinku

01 Januari 2011
Aku menyebutnya si putih. Si imut yang kulamar dari anak muda yang bernama Nurdin dan mbak-mbak ramah yang menyediakan dua gelas aqua. Cerdas menjawabnya. Sehingga aku yang sok tahu, nekat pergi melamar si cantik ini yang ku tak tahu siapa namanya.Pahamlah sedikit tentang karakternya. Processor 550N. Intel atom. Cpu dual core. 1o jam baterai bertahan.

Jadilah aku menyuntingnya setelah berjam-jam melewati pintu MM dan Giant. BCP aku menemukannya disini. Tanpa pernah kuduga dan kusangka. Jodoh memang tak kemana. Awalnya aku berniat melamar hp atau toshiba. Tapi asuslah jodohku. Dan aku menerima apa adanya. Dia menerima pinanganku setelah menyepakati mahar 2,8juta rupiah. Alhamdulillah... aku harap aku dan kamu menjadi pasangan ideal yang bisa melahirkan berjuta generasi yang bermanfaat yang kan membawa kita ke firdaus-Nya.

Aku belum mengenalmu sepenuhnya, tapi aku akan menyayangimu semampuku. Walaupun aku belum bisa memberi hadiah segram modem dan seperangkat alat kecantikan untukmu. Insya Allah bertahap. Kita akan mengukuir prestasi sepanjang sejarah. Dan aku yakin kamu bersedia menemaniku kapanpun itu.

Kamu tahu pengantinku yang bergaun putih? Aku harus berterimakasih untuk sahabatku Edas yang telah bersedia menemaniku menemuimu. Sebelumnya kami pergi ke 21 untuk menonton Mihrab Cinta. Tapi sayang penuh. Setir kami belokkan ke shoping. Walaupun hakikatnya hanya olahraga. Aku mendapat celana legging hitam bunga-bunga (ow sensooor). Dan sejenak melihat buku di Mizan dan Gramedia MM.

Hm... masih panjang sebenarnya ceritaku untuk mendapatkanmu. Nanti pada saatnya aku akan bercerita banyak kepadamu. Dan aku tahu pasti kamu akan setia mendengarkan dan memperhatikan setiap kata-kataku. ^^ i love you. Satu lagi rumahmu Grand Computer di lantai tiga memberiku jaminan garansi setahun, namun sekarang atau lima puluh tahun lagi ku akan tetap mencintaimu  insya Allah 

Kurang lebih pukul setengah sembilan aku memboyongmu untuk makan di wendy’s MM dan segera menggendongmu pulang menuju kamar kita 


Jannaty, 13: 59 WIB
02 Januari 2011 M
27 Muharram 1432 H

Jumat, 03 September 2010

Menembus Media dan Penerbit

Judul : Buku Sakti Menulis Fiksi
Penerbit : PT. Kimus Bina Tadzkia
Tebal : 154 Halaman

 Tulisan pertama dimuat di media. Seketika itu pula dunia cerah dan senyum merekah tanpa lelah. Perjuangan tak henti akhirnya mengantarkan tulisan kita pada jutaan pembaca. Menembus media memang tak semudah yang dibayangkan terutama bagi penulis pemula. Perlu mengasah pena, disiplin yang kuat, percaya diri, dan mengenal betul kriteria penulisan pada media yang hendak dituju. Begitupun mnembus penerbit.

Banyak faktor penyebab sebuah buku yang dengan gampang diterbitkan oleh sebuah penerbit, dan ada pula yang ditolak tanpa alasan yang jelas. Ada pula yang menunggu terbit dalam waktu yang sangat lama bahkan sampai bertahun-tahun. Ada pula dalam hitungan bulan bukunya sudah diterbitkan.

Setiap penerbit mempunyai karakteristik yang berbeda. Semuanya dipengaruhi visi dan misi yang tidak sama. Nah, biar nggak pusing tujuh keliling buat ngirim karya kita, yuk kita intip bocoran tips menembuus dunia penerbit yang ditulis di buku Sakti Menulis Fiksi:

 a. Sesuai Visi dan misi karya yang dapat memberikan konstribusi yang berarti pada pembacanya dan sesuai dengan karakeristik penerbitnya maka penerbit akan menerbitkan karya tersebut dalam bentuk sebuah buku. Karya yang tidak ada isinya, jangan harap akan diterbitkan oleh penerbit.

 b. Sesuai situasi dan kondisi Diharapkan para penulis cerdik membaca kecenderungan jenis buku yang tengah banyak diincar pasar. Menggali dan mengembangkan kreatifitas dalam karyanya dengan membaca situasi dan kondisi yang ada. Bila kita mengirimkan pada waktu yang tepat, dijamin buku kita yang lolos dan diterbitkan oleh penerbit akan diserbu. Jangan abaikan situasi dan kondisi. Kesempatan tak datang dua kali.

 c. Aturan penerbitan Setiap penerbit mempunyai aturan masing—masing. Biasanya berdasarkan jenis naskah serta target terbit dalam satu periode. Ada penerbit yang menerbitkan buku tiap bulannya sebanyak 12 jenis buku, ada juga yang lebih fantastis, 20 jenis buku diterbitkan setiap bulannya.

 d. Prosedur pengiriman Biar naskah kita nggak lari kemana—mana ada baiknya kita kenali penanggung jawab divisi pnerbitan yang bersangkutan. Kalau perlu catat alamat contac personnya Hal ini selain memuudahkan kita memantau perkembangan nasib naskah kita, kita juga bisa belajar dari PJ penerbitan. Secara gamblang PJ penerbitan ini pasti memberi tahu kita apa dan kenapa karya kita layak terbit atau sebaliknya.

 Buku Sakti Menulis fiksi ini cocok banget buat kita-kita yang hobi nulis dan ingin karyanya diterbitkan. Selain memperkenalkan seluk beluk dunia penerbit. Buku ini juga mengupas tuntas tentang dunia kepenulisan. Memaparkan jenis tulisan dan elemen-elemennya, tata cara menulis nskah skenario. Jenis-jenis royalty Bahkan kita juga disuguhkan daftar honor media.

 Dibuku ini juga kita bisa belajar banyak dari para penulis dalam dan luar negeri yang karyanya mendunia. Bahasa yang digunakan juga ringan. Pokoknya masih banyak lagi yang dapat digali dibuku ini. Memang buku yng ditulis oleh beberapa orang ini belum lengkap menghadirkan seluruh daftar alamat media dan penerbit yang ada, tapi cukup untuk mewakilkan secara keseluruhan. Selamat membaca!

 Jannaty, 23: 59 WIB
22 Agustus 2010 M
12 Ramadhan 1431 H

Jumat, 18 Juni 2010

tips membuat resensi

8

Berikut adalah cara membuat resensi buku yang penulis ringkas dari ”How To Write A Book Report”, karya Myrna Friend, Erindale Campus Library, University of Toronto. Cara ini sudah diterima secara internasional. 1) Memberi informasi bibliografi buku, seperti : nama penulis/pengarang, judul lengkap, editor (jika ada), tempat ( kota ) penerbit, penerbit, bulan atau tahun terbit dan jumlah halaman (ditambah romawi). 2) Bandingkan materi tulisan dengan keadaan sekarang, apakah sesuai untuk zaman sekarang?Deskripsikan penulis/pengarang: latar belakangnya, pekerjaan, reputasi, dll. 3) Apakah hal-hal atau keadaan yang penting ada hubungannya dengan buku tersebut? Apa sumber materi penulis? 4) Jenis buku (sejarah, biografi, kritik tulisan orang lain/literacy critism, sastra, dll) apa yang kita resensi? 5) Jelaskan tujuan penulis dalam menulis buku yang kita resensi dan terangkan batasan tulisannya dengan tema. Apakah buku tersebut mengusung tema populer? Apa hasil survei? Untuk siapa buku tersebut ditulis, apa ditulis untuk kaum pelajar, masyarakat awam, dll? 6) Apa tema buku tersebut? Cari tema di bagian pendahuluan dan kesimpulan. Selama membaca, coba elaborasi/kaitkan dengan tema buku, apa masih berhubungan? 7) Apa asumsi penulis yang tersirat atau tersurat (jika ada) berhubungan dengan materi yang dia tulis? 8. Jelaskan struktur dari buku (daftar isi): bagian-bagian buku (seperti pendahuluan, isi, kesimpulan), apakah pembagian buku tersebut valid? Apakah appendiks, bibliografi, catatan-catatan, indeks buku tersebut berhubugan dengan isi buku? 9) Cari point utama atau konsep kunci! 10) Apa jenis data yang penulis gunakan dalam mendukung argumennya? Bagaimana dia gunakan data tersebut dalam berargumen? Apakah argumennya sesuai data? 11) Beri bagian penting dari buku dengan kutipan! 12) Apakah penulis sukses dalam mengkomunikasikan wacana atau teorinya? Apakah dia sukses dengan tujuannya? Apakah malah bias? 13) Jelaskan tujuan lain tulisan dari buku yang kita resensi. Apakah tulisannya dalam bahasa yang bakudan efektif? 14) Apakah buku tersebut berkembang dari isu atau tema penelitian? 15) Baca secara mendalam dan kritis. Alasan utama kemampuan membaca buku, yaitu: agar dapat mengikuti alur pikiran penulis, melihat hubungan di antara idenya, menghubungkan idenya dengan pengalaman kita, dan meng-evaluasinya dengan cerdas dan kritis. Membaca kritis, karena dimungkinkan ada bagian dari buku tersebut yang kontorversial dan mencari kekuatan serta kelemahannya. Bandingkan dengan teori lain yang diungkapkan oleh penulis lain dari buku lain. Pembaca yang hati-hati dapat memperhatikan hal-hal yang diperbuat penulis, seperti tema yang meloncat-loncat, bias tema, dll. Perhatikan kata atau kalimat yang tidak kita mengerti. Baca buku sampai selesai dan ikuti argumennya (dengan membacanya) sampai selesai, jangan meng-justifikasi sebelum kita selesai membaca. 16) Resensi di koran dengan jurnal ilmiah tentu berbeda. Resensi di koran biasanya berupa bedah buku dengan isi ringkasan buku, tujuan tulisan, latar belakang penulis, kesimpulan, kelemahan dan keunggulan tulisan serta kata/kalimat yang digunakan sering tidak baku atau populer dan diperuntukkan untuk masyarakat umum (contoh bisa dilihat di bagian utama website ini, resensi buku: ”Hidup sehat dengan tahajud” yang penulis kirim dan dimuat di KR). Resensi di jurnal ilmiah ditambah teori lain yang diungkapkan penulis lain dan bahasa yang digunakan bahasa baku serta untuk kalangan terbatas (biasanya terpelajar).

Itulah manfaat dan cara membuat resensi. Semoga dapat memberikan manfaat. Boleh memberikan tambahan, saran atau bertanya. Terima kasih. Sumber : Forum Remaja Masjid Yogyakarta

_~ penerbitanbuku.wordpress.com~